ads space

Fungsi Catalytic Converter dan Gejala Kerusakan

Fungsi Dasar Katalytic Converter

Gas buang memiliki kandungan racun berbaya didalamnya, untuk mengurangi jumlah kandungan racun ini dibuat lah alat pengontrol tingkat kadar racun gas buang atau defice pada mobil yang dinamakan Catalytic Converter. Mesin Pembakaran dalam dilengkapi dengan alat ini, selama mesin disesl dan bensin yang digunakan sebagai sumber tenaga utama. Anda mungkin juga akan menemukan Catalytic Converter ini pada kompor minyak (negara – negara eropa) dan mesin bakar tanpa minyak.
Bagaimana Catalytic Converter Bekerja ?
Catalytic Converter memiliki satu atau 2 bagian, yang diketahui dengan Beds (Landasan), landasan ini memiliki unsur katalis tertentu yang beroperasi pada temperature minimum 400°F atau 204 °C, yang menyebabkan beberapa jenis reaksi kimia. Reaksi kimia ini memiliki kemampuan untuk mengubah gas yang berbahaya, seperti NOx, HC, dan CO, kedalam gas yang tidak terlalu berbahaya, seperti N, H2O dan CO2. Gas yang tidak terlalu berbahaya ini yang pada akhirnya dilepaskan oleh kanlpot pada mobil anda.
Catalytic converter


Gejala Buruk dan Kerusakan Catalytic Converter

1. Lampu Indikator Mesin Menyala (Check Engine Light is On)

  1. Jika kendaraan anda mengalami permasalahan pada Catalytic Converter, Kemudian lampu indicator mesin (Engine Check Lamp), akan menyala pada dahsboard. Mobil masa kini dilengkapi dengan campuran udara dan bahan bakar atau perbandingan oksigen Sensor yang dapat memonitor efisiensi dari Catalytic Converter dengan memeriksa tingkat kandungan gas buang yang dikeluarkan. Jika sensor ini mendeteksi gas buang yang tidak sesuai dengan hasil kadar dan jenis gas yang di ijinkan (N, H2O dan CO2), atau alasan lain, lampu indikator mesin akan menyala. Kemudian pengemudi akan mengetahui ada sesuatu yang bermasalah di mobilnya, walaupun secara pasti pengemudi tidak tau benar apa yang terjadi dengan kendaraannya. Hal terbaik untuk mengetahui permasalahan ini adalah dengan memeriksa kode masalah atau pemeriksaan DTC (Data Trouble Code) dengan menggunakan alat khusus SST Scan Tool, baru anda akan mengetahui pasti apa yang menyebabkan lampu indikator mesin anda menyala.
  2. Tenaga Mesin Lemah (Engine Poor Power)Hal yang paling umum terjadi ketika gejala buruk pada Catalytic Converter adalah tenaga mesin menjadi berkurang atau lemah atau lack power dalam mesin, terutama ketika anda mencoba untuk akselerasi / mempercepat kendaraan. Sistem gas buang pada kendaraan dilengkapi dengan Catalytic Converter. Itulah pengaruhnya terhadap tenaga mesin ketika Catalytic Converter rusak atau mengalami kegagalan atau gejala fungsi yang abnormal.
  3. Bahan Bakar Boros (Fuel Economy is low)Rusaknya sistem pada Catalytic Converter, dapat diartikan bahwa bahan bakar yang digunakan akan berpengaruh pada proses pembuangan gas buang. Ini sangat sulit mendeteksi kerusakan jika jarak tempuh kendaraan kecil, namun jika dikendarai di jalan lintas daerah yang cukup panjang dan diketahui konsumsi bahan bakar berkurang lebih dari 10 % MPG (mile per galon), kemudian ini bisa disebut sebagai masalah atau kerusakan. Sebagai contoh, jika kendaraan pada kondisi jalan lintas daerah yang panjang dan mendapat 35 MPG dan turun ke angka 32, Catalytic Converter bisa disimpulkan mengalami kerusakan.
  4. Bau Gas Buang yang tidak biasa dari Knalpot (Unusal odors from the Exhaust)Jika bau yang aneh keluar dari knalpot mobil anda, ini bisa diartikan bahwa Catalytic Converter pada mobil anda telah rusak. Bau aneh ini sangat menyengat dan terus menerus, dapat diartikan Catalytic Converter pada mobil anda mengalami kegagalan, yang dimungkinkan mengalir atau terhembus bersamaan dengan bahan bakar yang ikut keluar. Dalam kondisi ini, anda harus menguji hasil gas buang sesegera mungkin dikarenakan terlalu banyaknya jumlah gas yang keluar dan panas akan terbentuk didalam Catalytuc Converter dari kegagalan ini. Kemudian kendaraan anda tidak akan aman dikendarai. Biasanya, bau ini akan muncul saat setelah deselerasi atau perlambatan kecepatan. Jika gejala ini terjadi secara bersamaan, bisa dipastikan bahwa Catalytic Converter mobil anda mengalami kerusakan.
  5. Bunyi Gemeretak (Krek-krek) Rattling Noise Catalytic converter yang mengalami masalah dapat menyebakan suara aneh “krek-krek”, di khususkan apabila Catalytic Converter mengalamy kerusakan internal atau kondisi yang sudah sangat lama/uzur. Sering kali, jika kondisi Catalytic Converter yang sudah lama akan mengalami penyumbatan di dalamnya dan mengakibatkan bunyi aneh yang menghalangi keluarnya gas tidak pada aliran yang semestinya, ini yang dimungkinkan mengeluarkan suara aneh. Anad akan mendengar suara aneh “krek-krek” ketika akan menghidupkan mesin, suara aneh ini akan terdengar sangat keras seiring anda mengendarai mobil.
  6. Naiknya Emisi Gas Buang (Emissions Increase) Jika Catalytic Converter tidak menunjukkan fungsi yang semestinya, jika mekanisme kimia dialamnya terkontaminasi oleh zat anti beku atau oli. Jika hal seperti ini terjadi, tingkat emisi Carbon dari knalpot anda akan sedikit meningkat. Hal ini memerlukan anda melakukan penggantian Catalytic Converter dan memperbaiki area utama awal yang mengalami masalah. Jika anda tidak memperbaiki sumber masalah ini, keseluruhan sistem pembuangan pada mobil anda akan mengalami kerusakan, dan akan meningkatkan kadar emisi gas buang yang tidak ramah lingkungan ke udara lepas. Terdapat hukum melawan hasil gas buang yang terlalu banyak, jadi anda akan mengalami masalah yang serius dengan pihak pemerintah. Segera perbaiki Catalytic Converter pada mobil anda !
Biaya Penggantian Catalytic Converter
Ini tidak akan murah untuk melakukan penggantian Catalytic Converter. Kendaraan yang dibuat sebelum tahun 1981 dapat dikenakan biaya antara 100$ sampai 600$ untuk penggantian Catalytic Converter.
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat :)

Catat Ulasan

0 Ulasan