ads space

Electrical Disharge Machining ( EDM )

Electrical Discharge Machining ( EDM )


1.1 Electrical Discharge Machining ( EDM )

            Electrical Discharge Machining ( EDM ) merupakan salah satu dari bermacam proses machining non konvensional yang berbasis DRO(digital Read Out) dan computer sebagai pengendali utamanya. EDM banyak digunakan dalam industry pembuatan dies dan mold untuk menghasilkan spesifikasi dimensi, geometri, dan kualitas permukaan yang lebih baik, akurat dan teliti dibandingkan dengan proses permesinan konvensional.
            Proses EDM adalah proses pengerjaan material yang dikerjakan oleh sejumlah loncatan bunga api listrik ( spark ) yang terjadi pada celah di anatar katoda ( elektroda ) dengan anoda (benda kerja ). Loncatan bunga api terjadi secara tidak kontinu tetapi secara periodik terhadap waktu .
            Dalam industry manufaktur proses permesinan non konvensional, EDM banyak digunakan untuk pembuatan produk-produk yang menuntut kualitas berupa kekasaran, permukaan hasil pemotongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Selain karena alasan di atas, proses EDM banyak digunakan karena beberapa keunggulanya yang tidak dimiliki proses lain, diantaranya :
1.    Mampu mengerjakan bentuk-bentuk benda kerja yang kompleks/rumit atau yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi.
2.    Tidak terjadi kontak langsusng antara benda kerja dan elektroda, sehingga memungkinkan pengerjaan benda kerja yang tipis. Gaya potong yang ditimbulkan relatip kecil sehinga pencekaman benda kerja tidak significan dibanding dengan conventional.
3.    Dapat mengerjakan benda kerja yang sangat keras.
4.    Meskipun pengerjaannya berdasarkan panas akan tetapi panas yang ditimbulkan tidak merambat ke seluruh benda kerja, sehingga tidak mengubah struktur mikro dan sifat mekanis benda kerja.
5.        Hampir semua pekerjaan yang dilakuakn pada mesin konvensional dapat dikerjakan dengan proses ini.
Selain kemapuan EDM yang dijelaskan di atas, EDM juga memiliki keterbatasan-keterbatasan sebagai berikut :
1.        Laju kausan elektroda yang relative rendah bila dibandigkan dengan proses non konvensional yang lain sehingga membutuhkan proses yang lebih lama.
2.        Hanya mampu diterapkan pada benda kerja yang bersifat konduktor.
3.        Proses yang berlangsung berpengaruh terhadap kekerasan benda kerja pada permukaanya.
Ada 3 ( tiga ) kategori utama proses EDM, yaitu : sinking, cutting, dan grinding. ketiga kategori ini dibedakan menurut jenis pahatnya yaitu :
1.  Sinking mempunyai bentuk pahat negative dari bentuk yang direncanakan pada benda kerja. Pahat melakukan gerak penetrasi ke benda kerja.
2.        Cutting menggunakan pahat yang berbentuk antara lain plat, pita,kawat, atau piringan. Arah gerakan pahat tegak lurus terhadap benda kerja. Pahat berupa pita memotong benda kerja dengan arah melintang. Pahat berupa piringan sambil berputar pada sumbunya, bergerak dengan arah tegak lurus terhadap benda kerja.
3.        Grinding menggunakan pahat yang bentuknya serupa dengan pahat gerinda konvensional. Pahat ini juga berputar pada sumbunya selain melakukan gerakan pemakanan.
Gambar klasifikasi EDM berdasarkan jenis pahatnya dapat dilihat pada gambar 1.2

Proses EDM

Gambar 1.1 Proses EDM

Klasifikasi EDM

Gambar 1.2  Klasifikasi EDM

Sumber: Komang Bagaskara, Proses-proses Non Konvensional, Dept. Mesin ITB 1991

Dipostingan selanjutnya kita akan berbagi informasi sistem kerja dari EDM itu sendiri, terimakasih sudah berkunjung di blog saya, terimakasih.

Catat Ulasan

0 Ulasan