Oli mesin yang digunakan untuk melumasi mesin
pada mobil ataupun kendaraan bermotor memiliki fungsi melumasi, membilas,
perekat dan menjaga komponen dalam mesin tetap terlumasi dengan baik, tuntutan
lain yaitu oli harus bisa bekerja dalam kondisi temperature yang sangat panas
dan sangat dingin dan pada tekanan tertentu. Contohnya mesin harus tetap bisa
hidup dalam kondisi dingin/salju dan panas saat musim panas. Oli memiliki laju
aliran lebih lambat ketika dalam kondisi dingin dan lebih mudah mengalir saat
kondisi panas. Dan jika mesin dituntut untuk bekerja berat, tentunya kondisi
oli jauh dituntut dalam kondisi tersebut dapat melumasi dengan baik.
Awas Salah Isi Oli Mesin Mobil, Ini Dampaknya
![]() |
| Awas Salah Isi Oli Mesin, Ini dampaknya |
Ada standart untuk melakukan pengukuran karakteristik oli pelumas mesin yang sudah ditentukan oleh American PetroliumInstitute (API). SN adalah standart paling baru yang digunakan untuk menentukan kualitas oli untuk mesin bensin ( gasoline Engine). Karena inilah, semua oli pelumas yang anda beli sekarang akan setara atau lebih baik datri kualitas sebelumnya dengan standart seperti SG, SF, SJ, SL dan SM. Periksa buku Owners Manual kendaraan anda untuk mengetahui Oli pelumas yang cocok untuk mesin mobil anda, kurang lebih 2 tingkat spesifikasi multiple grade yang tepat untuk mesin mobil kendaraan anda. Jangan hanya melihat nama merk dan hanya memilih Oli pelumasa saja. Buku petunjuk Owner’s Manual Kendaraan biasanya merekomendasikan Oli pelumas yang memiliki persyaratan yang sesuai dan merujuk pada standart SN atau API.
Kode
Numerik standart ini sudah ditentukan oleh Society
of Automotive Engineers (SAE), sebagai contoh, cuaca biasanya dikodekan
dengan huruf “W” (Winter) dan ini hanya akan cocok ketika kekentalan olisama
atau lebih rendah dari 25. Ini artinya sangat baik digunakan pada cuaca yang
dingin. Jika tingkata kekentalan oli lebih dari 25, ini menunjukkan terlalu
kental dan hanya bisa digunakan pada cuaca yang panas.
Salah Memilih Oli dan Dampaknya
Jika
tingkat kekentalan oli pada saat kondisi dingin pelumas anda terlalu banyak,
ini akan menyulitkan anda menghidupkan (starting) mesin di cuaca yang dingin.
Jika tingkat kekentalan oli pada saat kondisi panas pelumas anda dan berusaha
start mesin, Oli akan kehilangan kekuatannya dan tidak akan melumasi komponen
mesin dengan baik. Ini akan menyebabkan oli terbakar.
Ini
tidak akan jadi masalah merk pelumas atau Oli mesin apa yang anda gunakan.
Satuhal yang sangat perlu untuk diperhatikan adalah rating tingkat kekentalan
oli yang dipakai, misalnya 10W30 atau 5W20. Buku owners manual anda akan
memberitahukan oli pelumas mana yang akan jadi rujukan pemakaian. Jika anda
membiarkan kendaraan anda dalam kondisi Oli mesin atau pelumas yang salah dalam
jangka waktu yang lama, komponen mesin tidak akan terlumasi dengan baik dan
akan menyebabkan mesin mengalami penurunan performa, suara kasar dan, banyak
komponen yang aus sebelum waktunya. Jika Owner’s manual anda merekomendasikan
menggunakan oli sintetik (buatan), berarti oli inilah yang harus anda pakai.
Jangan percaya mitos bahwa mencampur oli mesin sintetik dan oli biasa akan
buruk pengaruhnya terhadap mesin, ini salah. Hanya anda melakukan ini tidak
bermanfaat dan tidak mendapatkan keuntungan.
Gunakan
oli mesin atau pelumas sesuai anjuran Owners Manul anda. Hanya memastikan bahwa
oli yang digunakan sudah Multiple Grade yang cocok sebagai standart perawatan
yang diperlukan. Jika anda mendapati oli sudah berganti ke tingkat kekentalan
yang lebih berat sekali pada mesin anda, ini tidak akan menjadi kendala yang
cukup serius. Bagaimanapun juga pabrik sebagai manufacturer bisa menyediakan
rekomendasi untuk mesin anda mana oli yang harus digunakan, akan memberikan
informasi apabila kekentalan oli yang lebih tinggi memang menuntut dan
diperlukan.
Terimakasih
sudah berkunjung, semoga bermanfaat :)


0 Ulasan